PENGEMBANGAN MODUL AJAR DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PRAKTIK BUDIDAYA TANAMAN IPOMOEA REPTANS DI SMA NEGERI 2 TOMPASO
DOI:
https://doi.org/10.67006/71mfya33Keywords:
Modul Ajar, Deep learning, Hasil Belajar, Budidaya Tanaman Kangkung (Ipomea reptans), Pembelajaran Biologi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Deep learning melalui kegiatan praktik budidaya tanaman Ipomea reptans sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 2 Tompaso, serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon pengguna terhadap modul ajar yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE yang terdiri atas tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penilaian dari ahli media menunjukkan persentase kelayakan sebesar 93,7%, penilaian ahli perangkat sebesar 85,8%, penilaian ahli soal sebesar 92,3%, respon guru sebesar 94,5%, dan respon peserta didik sebesar 95,6%. Penerapan modul ajar menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik yang signifikan, yang ditandai dengan peningkatan skor rata-rata pre-test sebesar 45,91% menjadi post-test sebesar 85,95%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 40,04 poin. Berdasarkan hasil analisis tersebut, modul ajar berbasis Deep learning yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran Biologi. Selain itu, penerapan modul pada kegiatan praktik budidaya tanaman Ipomea reptans memberikan dampak positif terhadap keterlibatan aktif peserta didik, peningkatan pemahaman konsep, serta peningkatan hasil belajar secara menyeluruh.